Dalam amanatnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, Indonesia akan mengalami musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah, sehingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Riau yang memiliki kawasan gambut luas.
“Provinsi Riau memiliki sekitar 3 juta hektare lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran, sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk mencegah terjadinya karhutla,” sebagaimana disampaikan dalam amanat tersebut.
Selain itu, secara nasional luas kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2026 telah mencapai sekitar 52 ribu hektare, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga diperlukan langkah antisipasi yang lebih serius dan terintegrasi.
“Seluruh pihak diminta segera mengidentifikasi wilayah yang rawan terbakar serta memperkuat langkah pencegahan seperti operasi modifikasi cuaca dan pembangunan sekat kanal,” lanjut kutipan amanat tersebut.
Menteri Hanif menekankan bahwa kesiapsiagaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api dan dunia usaha, diminta untuk memperkuat patroli terpadu, meningkatkan pengawasan di wilayah rawan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan setiap saat.












Rayen
13 Oktober 2024 20:31:32
Semangat terus Tim PPK ORMAWA HIMIP FISIP UNRI 2024... selengkapnya